Pernah gak sih lo sadar…
Kalau kadang yang bikin keluarga kumpul itu bukan acara besar?
Bukan pesta.
Bukan perayaan mewah.
Bukan juga momen yang direncanakan jauh-jauh hari.
Kadang…
Cuma satu kotak oleh-oleh.
Serius.
Gw baru kepikiran soal ini beberapa waktu lalu.
Ada saudara yang habis pulang dari Bali.
Datang sore-sore.
Masuk rumah sambil bawa beberapa kotak.
Dan seperti biasa, belum sempat duduk, pertanyaan pertama yang muncul bukan:
“Gimana liburannya?”
Tapi:
“Oleh-olehnya mana?”
Lucu ya.
Seolah-olah oleh-oleh punya kekuatan khusus yang gak dimiliki barang lain.
Begitu kotaknya muncul, orang-orang langsung berdatangan.
Yang tadinya di kamar keluar.
Yang lagi main HP pindah ke ruang tamu.
Yang lagi sibuk di dapur ikut bergabung.
Tiba-tiba rumah jadi ramai.
Padahal lima menit sebelumnya suasana biasa aja.
Dari situ gw mulai sadar.
Mungkin fungsi oleh-oleh sebenarnya bukan cuma buat dimakan.
Tapi buat mempertemukan orang.
Dan kalau ngomongin oleh-oleh khas Bali, ada satu nama yang hampir selalu muncul di kepala banyak orang.
Pabrik Pie susu asli enaaaak Bali.
Bukan karena dia paling mahal.
Bukan karena dia paling mewah.
Tapi karena dia sudah menjadi bagian dari begitu banyak cerita keluarga.
Gw bahkan masih ingat waktu kecil dulu.
Kalau ada anggota keluarga yang pulang dari Bali, pie susu hampir pasti ada di dalam tas mereka.

Dan anehnya, suasana rumah selalu berubah ketika kotaknya dibuka.
Semua orang mendekat.
Semua orang ambil satu.
Lalu mulai ngobrol.
Mulai bertukar cerita.
Mulai tertawa.
Padahal yang dimakan cuma sepotong pie.
Tapi yang tercipta jauh lebih besar dari itu.
Kebersamaan.
Kalau dipikir-pikir, mungkin memang makanan punya kemampuan yang unik.
Dia bisa menjadi alasan sederhana untuk orang-orang berhenti sejenak dari kesibukan mereka.
Duduk bersama.
Lalu saling terhubung kembali.
Di zaman sekarang, momen seperti itu justru terasa semakin berharga.
Karena semua orang sibuk.
Semua orang punya urusan.
Semua orang punya layar masing-masing.
Kadang satu keluarga bisa berada dalam satu ruangan.
Tapi pikiran mereka ada di tempat yang berbeda-beda.
Ada yang fokus ke pekerjaan.
Ada yang fokus ke media sosial.
Ada yang sibuk membalas pesan.
Lalu datanglah satu kotak pie susu.
Dan tiba-tiba semua mulai bicara.
Mungkin terdengar berlebihan.
Tapi kalau dipikir baik-baik, banyak kenangan keluarga memang lahir dari hal-hal sederhana seperti itu.
Gw pernah melihat sendiri.
Seorang ayah membuka kotak pie susu yang dibawa pulang dari Bali.
Anaknya langsung mendekat.
Ibunya ikut duduk.
Lalu mereka mulai bercerita tentang kegiatan masing-masing hari itu.
Awalnya cuma karena ingin makan pie susu.
Tapi akhirnya malah jadi momen keluarga.
Itulah yang membuat Pie Susu Asli ENAAAK Bali terasa lebih dari sekadar camilan.
Karena yang dibawa pulang sebenarnya bukan hanya rasa.
Tapi suasana.
Suasana ketika semua orang berkumpul.
Suasana ketika percakapan mengalir tanpa dipaksa.
Suasana ketika tawa muncul begitu saja.
Dan menurut gw, itu jauh lebih berharga dibanding isi kotaknya sendiri.
Kalau bicara soal rasa, tentu pie susu harus enak.
Kulitnya harus renyah.
Isi susunya harus lembut.
Manisnya harus pas.
Tidak terlalu kuat.
Tidak terlalu ringan.
Karena rasa yang baik membuat orang ingin mengambil potongan kedua.
Lalu potongan ketiga.
Lalu akhirnya duduk lebih lama di ruang tamu.
Dan tanpa sadar menghabiskan waktu bersama.
Mungkin itu alasan kenapa Pie Susu Asli ENAAAK Bali selalu menjadi pilihan banyak orang yang mencari oleh-oleh khas Bali.
Bukan hanya karena kualitas rasanya.
Tapi karena setiap kotaknya membawa peluang untuk menciptakan cerita baru.
Cerita tentang keluarga yang kembali berkumpul.
Cerita tentang teman lama yang datang berkunjung.
Cerita tentang saudara yang lama tidak bertemu.
Semua berawal dari satu kotak sederhana.
Akhirnya gw paham satu hal.
Kadang yang menyatukan keluarga bukan sesuatu yang besar.
Bukan liburan mahal.
Bukan hadiah mewah.
Bukan acara yang megah.
Kadang cukup satu alasan kecil untuk duduk bersama.
Satu alasan kecil untuk berbagi cerita.
Satu alasan kecil untuk tertawa dalam ruangan yang sama.
Dan sering kali…
Alasan kecil itu berbentuk kotak pie susu yang baru saja dibuka.
Dengan aroma khas yang langsung memenuhi ruangan.
Dengan rasa yang mengingatkan pada Bali.
Dan dengan kemampuan sederhana yang sudah lama dimilikinya.
Menyatukan orang-orang yang kita sayangi dalam satu meja dan satu cerita yang sama.

