Setelah menikmati dinginnya udara pegunungan Kintamani, hari keempat dalam rencana perjalanan kita akan menjadi hari yang penuh dengan terik matahari, angin laut, deburan ombak, dan lanskap karang yang tidak tertandingi keindahannya. Kita akan menyeberangi Selat Badung menuju The Golden Egg of Bali, yaitu Pulau Nusa Penida.
Nusa Penida adalah pulau karang besar yang berada di tenggara pulau utama Bali. Pulau ini telah menjadi fenomena global berkat tebing-tebing spektakulernya yang bentuknya menyerupai dinosaurus dan pantainya yang tersembunyi di dasar tebing curam. Karena perjalanan hari ini akan sangat menguras tenaga, pastikan Anda sarapan dengan cukup dan membawa bekal manis pengganjal perut seperti Pie Susu Asli Enaaak di dalam tas Anda.
Artikel ini adalah lanjutan dari Panduan Lengkap Itinerary Liburan 7 Hari 6 Malam di Bali. Pastikan juga Anda telah membaca panduan hari sebelumnya, Hari 3: Keindahan Kintamani & Danau Batur dan siap untuk agenda santai di Hari 5: Jelajah Nusa Lembongan.
Pagi Hari: Pelabuhan Sanur dan Penyeberangan Fast Boat
Untuk memaksimalkan waktu di Nusa Penida, Anda harus memulai hari sangat pagi. Sebagian besar wisatawan berangkat dari Pelabuhan Sanur.
Proses di Pelabuhan Sanur:
Setibanya di Sanur sekitar pukul 07:00 pagi, Anda akan melihat deretan perahu cepat (fast boat) berlabuh dan kerumunan wisatawan yang mengantre. Pelabuhan Sanur kini telah memiliki bangunan pelabuhan baru yang sangat megah dan teratur, sehingga Anda tidak perlu lagi menceburkan kaki ke air untuk naik ke kapal (seperti yang terjadi di masa lalu).
– Tukarkan voucher pemesanan tiket Anda (sebaiknya pesan tiket secara online jauh hari) di loket yang tersedia.
– Waktu tempuh penyeberangan dari Sanur menuju Pelabuhan Banjar Nyuh atau Sampalan di Nusa Penida adalah sekitar 45 menit.
– Tips: Bagi Anda yang mudah mabuk laut, sangat disarankan untuk meminum obat anti mabuk perjalanan 30 menit sebelum kapal berangkat, karena gelombang di Selat Badung bisa sangat kuat dan berombak (choppy).
Tiba di Nusa Penida: Memilih Rute Perjalanan
Setibanya di Nusa Penida, pulau ini menawarkan dua rute wisata utama: Trip Barat (West Trip) dan Trip Timur (East Trip). Dalam itinerary 1 hari, tidak mungkin untuk menggabungkan kedua rute tersebut karena jaraknya yang sangat berjauhan dan jalanan yang berliku serta sempit. Untuk hari keempat ini, kami merekomendasikan Trip Barat karena mencakup ikon-ikon utama yang paling terkenal dari Nusa Penida.
Kami sangat menyarankan Anda menyewa mobil beserta supir lokal (banyak menanti di pelabuhan) daripada mengendarai motor sendiri. Kontur jalan di Nusa Penida sangat bergelombang, menanjak, sempit, dan menuntut kelihaian mengemudi tingkat tinggi.
Destinasi 1: Kelingking Beach (Pantai Kelingking)
Destinasi pertama Anda adalah ikon utama pariwisata Nusa Penida, Kelingking Beach. Perjalanan dari pelabuhan ke titik ini memakan waktu sekitar 45 menit.
Sesampainya di titik pandang (viewpoint), Anda akan langsung dibuat ternganga. Dari atas tebing setinggi ratusan meter, Anda akan melihat formasi karang raksasa yang menjorok ke laut, yang bentuknya sangat menyerupai T-Rex (Tyrannosaurus Rex). Di bawah formasi karang tersebut, terdapat lengkungan pasir putih bersih yang digempur oleh ombak biru turquoise Samudra Hindia yang sangat ganas.
Aktivitas di Kelingking Beach:
– Berfoto di Viewpoint: Ini adalah lokasi wajib untuk berfoto. Hati-hati saat bersandar pada pagar kayu bambu pembatas.
– Trekking Turun ke Pantai: Hanya bagi Anda yang benar-benar fit dan memiliki waktu ekstra! Jalur menuruni tebing sangatlah curam (kemiringan nyaris 80 derajat), sempit, berbatu, dan minim pagar pengaman. Turun mungkin memakan waktu 45 menit, namun naik kembali bisa memakan waktu 1-1,5 jam dengan cuaca yang sangat panas. Jika Anda hanya memiliki waktu singkat, cukup nikmati pemandangannya dari atas.
Destinasi 2: Angel’s Billabong
Setelah terpesona oleh Kelingking Beach, perjalanan dilanjutkan menuju Angel’s Billabong. Tempat ini berjarak sekitar 30 menit dari Kelingking.
Angel’s Billabong adalah sebuah muara sungai yang berakhir di laut, namun uniknya muara ini membentuk sebuah kolam renang alami (infinity pool alami) di antara karang-karang tajam, dengan air zamrud yang luar biasa jernih. Permukaan air di dalam kolam ini begitu tenang, sangat kontras dengan lautan lepas yang bergejolak tepat di luarnya.
Peringatan Penting (Safety Warning):
Pada masa lalu, wisatawan diizinkan turun dan berenang di dalam kolam Angel’s Billabong saat air surut. Namun, karena sering terjadi insiden ombak besar (freak waves) yang tiba-tiba datang dan menyapu wisatawan ke laut lepas, aturan keselamatan kini diperketat. Anda hanya disarankan untuk melihat dan berfoto dari pinggir tebing atas. Keselamatan jauh lebih penting daripada sebuah foto.
Destinasi 3: Broken Beach (Pasih Uug)
Dari Angel’s Billabong, Anda hanya perlu berjalan kaki santai menyusuri jalan setapak selama kurang lebih 5-10 menit untuk mencapai Broken Beach.
Dalam bahasa lokal, tempat ini disebut Pasih Uug yang berarti pantai yang rusak. Dinamakan demikian karena tempat ini berupa tebing karang melingkar tinggi yang bagian tengahnya berlubang, membentuk sebuah laguna bundar (cove). Salah satu sisi dinding karang memiliki lubang raksasa menyerupai terowongan atau jembatan alami yang menjadi pintu masuk ombak laut dari Samudra Hindia ke dalam laguna.
Anda bisa berjalan memutar mengelilingi tebing melingkar tersebut (termasuk berjalan di atas “jembatan” alaminya) untuk mendapatkan berbagai sudut foto yang dramatis. Paduan bukit hijau, karang hitam legam, dan air laut biru pekat menciptakan lukisan alam yang tiada duanya.
Makan Siang dan Istirahat Sejenak
Jadwal wisata di Nusa Penida sangat padat, dan paparan sinar matahari yang ekstrem akan membuat Anda cepat merasa haus dan lelah. Di sekitar area Broken Beach dan Angel’s Billabong terdapat banyak warung makan lokal yang dikelola oleh penduduk setempat.
Menu yang disajikan umumnya adalah masakan rumahan Indonesia, seperti Nasi Goreng, Mie Goreng, Nasi Campur, atau sekadar buah kelapa muda utuh (young coconut). Sambil menunggu pesanan datang, ini adalah waktu yang sangat tepat untuk mengeluarkan bekal Pie Susu Enaaak Anda dari dalam tas untuk mengembalikan kadar gula darah yang turun.
Destinasi 4: Crystal Bay Beach
Sebagai penutup Trip Barat, supir Anda akan mengantar Anda ke Crystal Bay Beach. Berbeda dengan pantai-pantai sebelumnya yang hanya bisa dinikmati dari atas tebing, Crystal Bay adalah pantai pasir membentang yang sangat landai, mudah diakses, dan dikelilingi oleh perbukitan.
Pantai ini menghadap tepat ke barat, menjadikannya salah satu spot terbaik di Nusa Penida untuk melihat sunset. Air laut di Crystal Bay sangat tenang dan jernih, sehingga sangat aman untuk berenang.
Bagi pecinta dunia bawah laut, Crystal Bay adalah salah satu spot snorkeling dan diving terbaik. Anda bisa menyewa alat snorkeling dari pedagang di pinggir pantai. Terumbu karangnya sangat sehat dan menjadi rumah bagi ribuan ikan tropis yang berwarna-warni. Jika Anda beruntung dan datang pada musim yang tepat (Juli-Oktober), Crystal Bay adalah jalur perlintasan ikan purba raksasa Mola-Mola (Sunfish).
Kembali ke Penginapan
Setelah matahari terbenam (atau menjelang sore jika Anda harus mengejar kapal terakhir kembali ke Bali), bersihkan diri Anda di fasilitas bilas yang tersedia.
Jika Anda memilih untuk menginap di Nusa Penida (yang sangat kami sarankan agar Anda tidak terburu-buru), supir akan mengantar Anda ke hotel atau bungalow Anda. Suasana malam di Nusa Penida sangat tenang, gelap, dan sunyi, memberikan kontras yang damai setelah hiruk pikuk siang hari. Nikmati makan malam santai di restoran hotel Anda, dan beristirahatlah dengan lelap.
FAQ: Tips Liburan di Nusa Penida
1. Apakah sinyal internet bagus di Nusa Penida?
Sinyal seluler sangat tidak stabil. Di area pelabuhan dan Crystal Bay sinyal cukup bagus, namun di area Kelingking atau Broken Beach, bersiaplah untuk masuk zona blank spot.
2. Apakah ada mesin ATM di Nusa Penida?
Ada, tetapi jumlahnya sangat terbatas dan seringkali kehabisan uang tunai. Sangat disarankan untuk membawa uang tunai (cash) dalam jumlah yang cukup dari Bali daratan untuk membayar makan, suvenir, dan tiket masuk.
3. Pakaian apa yang sebaiknya dipakai?
Gunakan pakaian yang sangat tipis dan menyerap keringat. Sepatu kets atau sandal gunung jauh lebih disarankan daripada sandal jepit (flip-flops) biasa, karena jalurnya yang berbatu dan tidak rata.
4. Apakah banyak penjual makanan di lokasi wisata?
Ya, pariwisata di Nusa Penida sudah berkembang pesat. Di setiap titik wisata besar selalu ada penduduk lokal yang membuka warung penjual minuman dingin, kelapa muda, dan makanan ringan.
Hari keempat ini akan mengukir ingatan yang tak terhapuskan tentang betapa spektakulernya keagungan alam ciptaan Tuhan. Istirahatlah dengan baik, karena esok kita akan menyeberang ke pulau kecil di sebelahnya yang menawarkan ketenangan mutlak!
